Biaya pembangunan pipa tersebut ditaksir mencapai USD 550 juta dengan waktu jamak (multiyears) selama 2 tahun.
Direktur Utama Pertagas Gunung Sardjono Hadi mengatakan, pembangunan pipa gas ini bisa menghidupkan kembali industri yang berada di Aceh. Semisal Kertas Kraft Aceh dan Pupuk Iskandar Muda.
"Dengan kapasitas awal 200 juta kaki kubik per hari (milion metric cubic feet per day/mmscfd)," ujar dia kepada wartawan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, hari ini.
Pipa tersebut awalnya ditargetkan bisa beroperasi mulai awal 2014. Namun mengalami kemunduran karena belum ditentukan alokasi gas pada saat perencanaan. Pipa ini diperkirakan baru dapat beroperasi akhir 2014. "Kita juga sudah mendapat izin prinsip dari gubernur Sumatera Utara dan Aceh dan bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA)," jelas Gunung.
Dia menambahkan, proses lelang sudah menentukan pemenang. Dalam waktu dekat Final Investment Decision (FID) akan dikeluarkan Direktur Utama Pertamina. "FID itu nanti untuk keduanya, terminal Arun dan pipa Lhok Sukon. Pipa tersebut memiliki panjang 370 kilometer (km)," jelasnya.

Post a Comment