Vice President Corporate Communication, Pertamina, Ali Mundakir menuturkan, karakter produksi elpiji subisdi tersebut sifatnya lokalistik. Akibatnya ada celah spekulan dan agen nakal yang mempermainkan pasokan saat terjadinya isu penaikan elpiji non subsidi 12 kg.
"Elpiji 3 kg yang disubsidi pemerintah itu sangat lokalistik. Kami lihat kemarin di Jawa Tengah (Jateng) ada sejumlah agen nakal yang melakukan penimbunan," ujarnya di kantor Pertamina Pusat, Jakarta, hari ini.
Ali menambahkan, salah satu agen nakal di Jateng yang tertangkap adalah di kota Kudus. Aparat kepolisian berhasil menciduk agen dan melaporkannya ke Pertamina atas temuan hal ini. "Polisi sudah lapor ke kita, dan soal pasokan minim, itu tidak benar," tutur Ali.
Ali mengklaim pasokan elpiji 3 kg secara produksi ataupun distribusi sangat normal di seluruh daerah. Karena itu, asumsi sejumlah masyarakat yang menyatakan pasokan elpiji 3 kg langka, itu merupakan ulah spekulan dan agen nakal saja.
Lebih jauh, dia menambahkan, pihaknya secara penuh akan terus mengoptimalkan dan menjamin pasokan elpiji 3 kg bagi seluruh masyarakat. Meski begitu dia mengaku, faktor cuaca tetap menjadi kendala utama dalam menjamin upaya pasokan di sejumlah daerah.
"Faktor cuaca seperti bulan yang lalu emang sempat ada kendala distribusi. Namun sekarang semua aman dan terkendali pasokannya," ujarnya.
SUMBER : WASPADA

Post a Comment